Mulai Berinvestasi dengan #InvestasiCerdas

Berinvestasi.
Sadar ataupun tidak, ini adalah sesuatu yang kita lakukan sehari-hari.
Investasi uang.
Investasi tenaga.
Investasi waktu.
Tapi kali ini, secara sadar saya sungguh-sungguh berinvestasi pada bidang yang paling dikenal pada saat menyebut kata “investasi”: investasi keuangan.
Ya, memang kata “investasi” biasanya terdengar angker, menyeramkan, dan terkesan didominasi oleh kalangan berdasi dan berjas mengkilat. Tapi, saya mematahkan anggapan tersebut.
Suatu hari di bulan Mei, saya berkesempatan untuk hadir di sebuah sesi yang bertajuk ‪#‎InvestasiCerdas‬, yang diadakan oleh Mandiri Sekuritas bekerjasama dengan BEI. Itu adalah kali pertama bagi saya, memasuki ruangan trading di Bursa Efek Indonesia. Kesan angker itu memang masih saya rasakan, tapi entah mengapa rasanya berbeda dengan kesan yang saya sering lihat di film-film. Tempatnya sangat rapi, sangat futuristik, sangat… ramah.
Sesi dimulai,
Pembicara-pembicara sudah siap di kursinya masing-masing.
Pembicara pertama, Bapak Davi dari Bursa Efek Indonesia. Penjelasannya sangat lugas, mudah dimengerti, dan berkutat di sekitar pernyataan bahwa “semoga semua orang setelah ini bisa menjadi investor, bisa berinvestasi.” WOW. Pernyataan yang simpel tapi maknanya dalam. Karena beliau langsung meruntuhkan ketakutan saya bahwa investasi adalah milik kaum tertentu. Semua orang memang seharusnya bisa berinvestasi. Menurut beliau, pentingnya semua orang berinvestasi juga berhubungan dengan keadaan pasar modal saat ini. Pasar modal kita “dikuasai” oleh investor asing. Jadi, wahai para jagoan social media yang selalu ngoceh “Anti Asing”, ada lho cara yang mudah untuk berkontribusi: berinvestasilah.
Pembicara berikutnya, Ira dari Mandiri Sekuritas. Memulai dengan pernyataan yang mencengangkan lagi: “Anda berada di jalan yang benar untuk masa pensiun yang lebih baik”. Dia melanjutkan “Investasi terlihat rumit, tapi sama sekali tidak.” Saya hanya bisa manggut-manggut. Karena untuk saya pensiun yang nyaman diperoleh dengan bekerja di perusahaan yang bagus dan bersedia membayar sangat tinggi, bukan investasi. Little did I know, the session will change my mind.
Ingat, bedakan tabungan dengan investasi. Tabungan berfungsi sebagai simpanan, investasi bertujuan mencari keuntungan.
Lanjut, dari mbak Paramita Sari, divisi Edukasi Bursa efek Indonesia. Saya tertarik sekali dengan sesi ini, karena begitu banyak penjelasan yang menggelitik tawa. Seperti “Gadget selalu terbaru, cicilan bikin terharu”, dan “Liburan ke luar negeri, liat tagihan ngeri!” Selain frasa-frasa catchy tadi, yang saya juga ingat satu hal lagi: “yang penting 3i: Insyaf, Irit, Investasi”. Insyaf artinya sadar bahwa utang 100 juta dalam bentuk cicilan gadget dengan utang 100 juta dalam bentuk cicilan rumah, beda nilainya. Irit: menyadari bahwa semua uang hasil kerja kita “lari” ke produk. Susu yang kita minum, roti yang kita makan, ranjang yang kita tiduri. Sehingga kita lebih menyadari nilai uang. Investasi: menyadari pentingnya pengelolaan aset, karena kita harus siap menghadapi inflasi, memikirkan peningkatan kekayaan, menghalau ketidakpastian, memenuhi kebutuhan, dan menjawab keinginan. Investasi juga disebut menyiapkan masa tua, karena saat itu mungkin sebagian besar dari kita tidak memperoleh pendapatan.
Intinya, investasi hanya terdiri dari 3 langkah: buka, pelajari, beli.
Simpel, ya?
Setelah itu kami juga mendapat ilmu-ilmu trading dalam bentuk sharing oleh pak Fahd yang sudah menghabiskan 9 tahun di lantai bursa. Belajar istilah-istilah dan trik-trik berinvestasi. Apa saja? Rahasia dong. Kalau mau tahu, boleh nanya-nanya lagi ke saya :p
To recap it all:
Berinvestasi terdengar menyeramkan, terdengar sulit, merepotkan, dan lain-lain. Akan tetapi, jika dicoba, sebetulnya jauh lebih sederhana dari yang kita bayangkan. Mau ngobrolngobrol soal berinvestasi? Yuk kita ngobrol lebih lanjut di LINE: dwikaputra. Nanti saya kenalkan juga dengan yang lebih berpengalaman, seperti simbok @venustweets misalnya!
Kalian bisa cek juga di http://bit.ly/investwitdwika untuk melihat twit-twit saya sepanjang sesi tersebut.
Semoga bermanfaat!